Novel ini mengisahkan kebahagiaan keluarga Bapak Purnomo sebelum peristiwa tsunami tahun 1994. Tahun 1988 menjadi masa terakhir ketika keluarga mereka masih dipenuhi canda dan kebersamaan sebelum berbagai konflik dan kehilangan perlahan menghancurkan hubungan antaranggota keluarga. Cerita ini menggambarkan luka, kenangan, dan perubahan hidup yang dialami tujuh putra Bapak Purnomo seiring berjal…